MD2 (Message-Digest Algorithm 2) adalah sebuah algoritma enkripsi hash yang digunakan untuk mengubah data menjadi kode hash yang tidak dapat dibalikkan.
MD2 dikembangkan oleh Ronald Rivest pada tahun 1989 dan merupakan salah satu algoritma enkripsi hash yang paling awal.
*Karakteristik MD2:*
1. *Hash Length*: 128 bit (16 byte)
2. *Block Size*: 512 bit (64 byte)
3. *Rounds*: 18 putaran
4. *Keamanan*: Tidak aman, karena dapat dipecahkan dengan serangan kolisi
*Cara Kerja MD2:*
1. *Padding*: Data di-padding dengan menambahkan bit 1 diikuti oleh bit 0 hingga panjang data menjadi kelipatan 512 bit.
2. *Pembagian Blok*: Data dibagi menjadi blok-blok 512 bit.
3. *Proses Enkripsi*: Setiap blok dienkripsi menggunakan fungsi enkripsi MD2.
4. *Penggabungan Hasil*: Hasil enkripsi setiap blok digabungkan untuk membentuk kode hash akhir.
*Contoh Implementasi MD2:*
1. *PHP*:
$data = "Hello, World!";
$hash = md2($data);
echo $hash;
2. *JavaScript*:
const crypto = require('crypto');
const data = "Hello, World!";
const hash = crypto.createHash('md2').update(data).digest('hex');
console.log(hash);
3. *Python*:
import hashlib
data = "Hello, World!"
hash = hashlib.md2(data.encode()).hexdigest()
print(hash)
Perlu diingat bahwa MD2 tidak lagi dianggap aman dan tidak disarankan untuk digunakan dalam aplikasi yang memerlukan keamanan tinggi. Algoritma enkripsi hash yang lebih aman seperti SHA-256 atau SHA-512 lebih disarankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar